mungkin tiga,empat atau kumpulan orang di sebrang ku asik atau mungkin sedang asik bercakap lidah dengan manis.
dan mungkin ketika dihadapkan aku hanya tercengang mendengar lekukan-lekukan lidah yang membuahkan kata-kata yang teramat manis.
aku tak merasa lebih hebat dari mereka,seperti sitik kecil dan takberarti.manis ku tak semanisnya dan pahit ku tak sepahitnya,atau bahkan ku sama sekali tawar dan datar.
ribuan suara,ribuan kepala,ribuan otak dan pikiran yang setidak nya kita selalu sebut nya dengan masyarakat,inilah sebuah titik diasaat roda zaman itu terlampau sakit menggilas detik -detik kehidupan dan merubah segalanya menjadi corak warna yang tak lagi indah.segalanya dijadikan cara untuk menaklukan dan menjadi nomor satu.bukan lagi masyarakat yang menggunakan otak,mereka bagaikan robot hidup dan dapat berjalan dan membunuh.tak ada kerendahan diri dan tak ada kerendahan hati,semua-semua telah tertutup kepulan asap polusi zaman.dan aku hilang di tengah mereka,mereka yang semakin menggila dan tertawakan aku.meski aku selalu menguatkan pikiranku bahwasannya mereka pasti akan mati dan ditelan tanah bumi ini.

