Jumat, 19 Juni 2009

" menutup interaktif "


mungkin tiga,empat atau kumpulan orang di sebrang ku asik atau mungkin sedang asik bercakap lidah dengan manis.
dan mungkin ketika dihadapkan aku hanya tercengang mendengar lekukan-lekukan lidah yang membuahkan kata-kata yang teramat manis.
aku tak merasa lebih hebat dari mereka,seperti sitik kecil dan takberarti.manis ku tak semanisnya dan pahit ku tak sepahitnya,atau bahkan ku sama sekali tawar dan datar.
ribuan suara,ribuan kepala,ribuan otak dan pikiran yang setidak nya kita selalu sebut nya dengan masyarakat,inilah sebuah titik diasaat roda zaman itu terlampau sakit menggilas detik -detik kehidupan dan merubah segalanya menjadi corak warna yang tak lagi indah.segalanya dijadikan cara untuk menaklukan dan menjadi nomor satu.bukan lagi masyarakat yang menggunakan otak,mereka bagaikan robot hidup dan dapat berjalan dan membunuh.tak ada kerendahan diri dan tak ada kerendahan hati,semua-semua telah tertutup kepulan asap polusi zaman.dan aku hilang di tengah mereka,mereka yang semakin menggila dan tertawakan aku.meski aku selalu menguatkan pikiranku bahwasannya mereka pasti akan mati dan ditelan tanah bumi ini.

Minggu, 07 Juni 2009

"di jendela"


kitika melihat lewat jendela,berharap pada hamparan rumput luas dan hijau,udara sejuk tenangdipadu dengan alunan musik string yang halus.ini merupakan sebuah impian yang teramat sederhanatanpa harus meresakan surga.tanpa perlu melangkah,tanpa perlu berjalan.hanya melihat lewat jendela.sepertinya hidup ini baru di mulai saat itu ada.dan sejuk membuat penat ini padam.

Senin, 01 Juni 2009

" ahirnya aku yg padam "

kepusingan itu kini telah terjawab,telah lepas terbang hilang ditelan nista.kabar baik di simpan dan kabar buruk di siarkan,dan berusaha memusatkan ku.mungkin hanya bisa terdiam dan sesekali tertawai itu.tak kuasa ahir nya ku menhan kantuk dan ingin segera bermimpi dalam hamparan rumput hijau,langit biru,senyum simpul yang menggambarkan lepas dan tenang.mati ku senangnya,hidup ku deritanya.itu saja dan selalu itu.aku mudah di bongkar pasang.mainan yang memainkan,apa kuasa ku ketika terhampar begitu luas derita yang tak pernah sirna dari kedua mata ini.apa ini hidup yang harus di nikmati?mungkin beribu orang sudah mati kalu memang harus seperti ini dan saya akan ada disana