seperti tercekik mendengar kabar bumi telah tua rentah
habis air mata duka dan senang ditelan congkak waktu berputar
gali-gali hinga keruh kesal ulah sang sombong membangkang
membangkang kerap memutar balikan dengan seribu tanya yang harusnya tak dijawab
tebal garis-garis mimpi buruk itu menghiasi setiap ku lelap telani malam
seakan hidup bisa tetap hidup dan mati takan pernah ada
luaskan jarak pandang dan hempaskan sekitar yang merengek kesakitan
lukiskan indahnya mati seakan teriakan hidup itu sesak dan mencekik
kau dandan dan indahkan padahal didalam bobrok lusuh dan berkarat
cuma diam saat sakit dan kelabu menyelimuti ruang di sekitar saudaramu
berkacalah akan kesalahan dan tunduk untuk diam tak mereusak lagi
yang kau rusak sudah rusak semakin rusak dan serusak-rusaknya
berhenti!!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar