
Hati untuk “hati-hati”
Kadang jebakan wajah memikat membuat kita berkata dengan mudanhnya “jatuh hati” ,padahal segudang pertimbangan harusnya ada di antara logika yang meluap jauh entah kemana disusul gemuruh perasaan yang mendebarkan hati. Rentan serta lapuknya hingga ahirnya jatuh hati menjadi kesimpulan dari semuanya. Masih ada “titik” terselubung dan jauh di dalam sana yang harus diketahui sebelum menyimpulkan dan meluapkan semuanya hingga terbeberkan jelas. Mungkin mencari kenyamanan merupakan pencarian awal dari segala sesuatu yang di cari,karena hati butuh kenyamanan dan ketenteraman untuk berkembang dengan baik. Alas an itulah yang sering dijadikan alasan mengapa seseorang tidak mudah untuk berpaling hati,atau mungkin biasa kita artikan dengan kata “setia” dengan belahan hatinya.
Beberapa sahabat ku datang bercerita hingga meneteskan air mata karena hatinya telah sakit dan disakiti oleh belahan hati lainya. Ataw yang lebih mengenaskan seseorang sahabat yang datang hatinya tak kunjung berbalas dan letih menunggu. Semua keluhan hati akibat tak dijaga dengan baik. Karena hati sesungguhnya perlu di jaga agar tidak mudah sakit dan tersakiti. Korban-korban sakit hati bisanya mencari “obat” agar hatinya tidak lagi sakit denga berbagai cara.,aku pun [ernah merasakanya hingga saat ini aku menyimpulkan untuk selalu manjaga hatiku dari ancaman penyakit-penyakit hati di luar sana. Dengan cara mencari tau hingga dalam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar